PURWODADI – Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Purwodadi kembali menggelar kegiatan Family Development Session (FDS) atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Pada sesi kali ini, para pendamping PKH mengusung materi krusial seputar kesehatan dan gizi, dengan fokus utama pada pencegahan serta penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC).
Bertempat di rumah ibu Kasiyati desa Karangmulyo, puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan oleh pendamping sosial. Materi yang diangkat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, deteksi dini TBC, serta kepatuhan dalam pengobatan.
Yang membuat suasana semakin hangat dan penuh makna adalah sesi testimoni dari salah satu peserta. Seorang KPM, sebut saja Ibu WT (64), dengan berani maju ke depan dan berbagi pengalaman pahit manisnya saat terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis pada tahun 80an waktu masih berdomisili di kota Bandung "Saya dulu sempat batuk lama, sampai berbulan-bulan. Awalnya malu dan takut kalau ketahuan sakit apa, takut dijauhi tetangga. Badan juga makin kurus, lemes terus," ujar Ibu WT di hadapan peserta lainnya, Kamis (12/3/2026). Ibu WT mengaku sempat putus asa karena kondisinya terus menurun. Namun, berkat pendampingan dari petugas kesehatan dan motivasi dari Pendamping PKH, ia akhirnya mau memeriksakan diri ke puskesmas. Hasilnya, ia dinyatakan positif TBC.
Kini, Ibu WT telah dinyatakan sembuh total. Ia kembali sehat dan bisa beraktivitas normal. Dalam testimoni yang disampaikannya, ia mengajak seluruh warga yang mengalami gejala serupa untuk tidak takut dan tidak malu berobat."Jangan takut. TBC itu bisa sembuh kalau minum obat teratur. Jangan disembunyikan, malah bahaya buat keluarga kita sendiri. Saya sudah buktikan sekarang sehat lagi," pesannya disambut tepuk tangan dari peserta yang hadir.
"Testimoni seperti ini jauh lebih kuat dari sekadar teori. Ini membuktikan bahwa penyakit TBC bukan aib, dan bukan akhir dari segalanya. Dengan gizi baik dan pengobatan teratur, kesembuhan itu pasti," ujar Mumuk Mulyasih salah satu pendamping PKH Kecamatan Purwodadi.
Kegiatan FDS ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga edukasi berkelanjutan agar kualitas hidup Keluarga Penerima Manfaat semakin meningkat, terutama dalam hal kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

